Apakah kamu tahu rasanya mencintai
seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku pernah. Aku pernah sekali waktu jatuh
hati pada seseorang yang begitu aku cintai tetapi seharusnya tidak.
Membingungkan bukan? Tentu saja. Bagaimana caranya mencintai sesosok yang tidak
boleh dicintai? Aku juga tidak mengerti.
Tanah
jatuh cinta pada Hujan. Dibiarkan air itu menyapukan rintik – rintik pada
wajahnya yang keras. Hujan menggelitik dengan dingin yang kelu. Kelu dan suram.
Suram dan tak berwarna. Tapi Tanah suka. Kesukaanya pada hujan ketika Hujan
dibawa gravitasi padanya. Walaupun Hujan senang menangis. Sering sekali
menangis. Tanah tetap jatuh cinta padanya. Dari kejauhan tentunya.
Tapi terkadang Hujan pergi.
Disisakan rintiknya disembunyikan dalam udara dan angin. Dan ketika dia hilang,
ganti Tanah yang tersedu – sedu ditinggal pujaan hatinya. Hujan suka sekali
pergi daripadanya. Tanah benar – benar merindunya lebih dari apapun
Mungkin kalian menganggap ini aneh.
Bagaimana Tanah mencintai Hujan yang bahkan jaraknya sangat jauh. Bagaimana
Tanah mencintai Hujan yang tak pernah disentuhnya. Tak pernah dirasakannya.
Bagaimana caranya Tanah mencintai sesosok yang tidak bisa dicintai?
Hujan
begitu jauh di atas sana dan Tanah dibawah sini. Tidak bisa bergerak hanya bisa
melihat awang – awang tempat Hujan tinggal.
Sebagai
Tanah, dia sadar bahwa eksistensinya adalah sebagai tanah. Bukan hujan. Dan
tidak akan menjadi Hujan.
Aku tanah dan tidak akan bisa menjadi
hujan.
Tanah
tahu apa yang paling berat dari mencintai hujan. Yang paling berat adalah
kenyataan bahwa Tanah harus selalu siap untuk ditinggalkan. Karena Hujan tidak
bisa berada menggantung di atas selamanya. Dia harus pergi seiring dengan
berjalannya waktu. Dia akan jatuh dan patuh kemudian lenyap.
Tapi
apakah kamu tahu kenapa Tanah masih bertahan disini? Masih menunggunya disini.
Tidak bergerak. Diam disini. Apa yang membuat dia tetap bertahan? Bertahan
menunggu Hujan?
.
.
.
Karena
setiap kali bulirnya jatuh, Tanah merasakan kecupan ciuman hangat Hujan
diantara dinginnya air yang jatuh dan membasahinya.
***
No comments:
Post a Comment