Monday, February 29, 2016
teh tawar bisa menjadi manis jika bersamamu
Sunday, February 28, 2016
02:47
ketika merindu, harus apa?
katanya lagi, rindu itu hanya bisa berhenti ketika pelukan hangat didapatkan, benarkah?
tapi ya, yang saya rasakan, rindu itu tidak berhenti jika mendapat pelukan. itu bohong. ketika rindu diberi pelukan, yang ada hanya rindunya bertambah dua kali lipat.
memang untuk sedetik ketika kamu ada di pelukannya, rindu itu mencair, tapi sesaat setelah kamu melepaskan pelukkanya, rindumu kembali lebih besar dan lebih besar lagi.
lantas harus apa? dipeluk selamanya?
dasar tidak logis.
Friday, February 26, 2016
Rutinitas menuju peraduan
Dia sudah tidur. Malam ini dia tidur cepat sekali. Kurang dari pukul 22 malam. Mungkin dia hanya lelah. Biarkan saja dia berada di peraduan mimpi. Aku harap sekarang aku ada di mimpinya. Tapi aku belom ingin tidur. Rasanya kantuk belum ingin datang. Apakah karena pikiranku enggan beristirahat dari satu halaman kosong di laptopku? Halaman kosong yang belum ku isi karena aku terlalu lelah untuk mengisinya. Jadi aku diamkan saja. Ternyata tidak bisa. Aku malah semakin terganggu. Lembar kosong itu seolah menatapku dan menggodaku. Ah... lelah sekali. Bisakah aku rehat sebentar saja?
Otakku berputar putar mencari jawaban. Entah jawaban untuk kegalauan ini atau jawaban dari lembar kosong di laptopku? Hah sudahlah tak penting yang mana, tidak ada yang didapat juga di otak ini. Sepertinya aku terlalu lelah. Baru saja lagu it was junenya aimee saras berhenti bersenandung dilanjutkan dengan kitanya seorang penyanyi indie yang aku tak tahu namanya tapi enak sekali didengar. Membuat aku semakin..... mengantuk. Ya benar. Mengantuk. Itu kata yang tepat. Sialnya saat melihat ke kanan, si laptop menggodaku. Aduh bagaimana ini? Aku lelah. Nah. Itu dia. Benar. Aku lelah. Berarti aku boleh tertidur, benar?
Kumatikan lampu yang berdiri di samping meja belajar. Lalu ku ambil kabel untuk dimasukkan kedalam handphoneku. Aku berlutut. Melantukan senandung doa kepada Sang Pencipta. Terima kasih. Ku ambil selimut sampai menutupi dada.
"selamat malam, kamu. Dan semoga kita bertemu di mimpi."
Monday, February 22, 2016
ketakutan tak beralasan
saya takut kamu akan berhenti mencinta.
saya takut kamu akan membalikkan tubuhmu, membelakangi, dan pergi.
saya takut kamu akan membicarakan sesuatu yang tidak ingin saya dengar.
saya takut kamu akan lelah untuk berusaha berjalan bersama.
tapi yang paling saya takuti adalah mencintaimu lebih dalam lagi..
meledak dan hancur
Ku hampiri dia. Salah apa aku sampai dia membentakku.
Entah karena hati atau sudah waktunya, mataku berlinang. setetes dua tetes berjatuhan di atas kertas yang ku tulis.
dia merampas hak dan kebebasanku. Dia pikir dia siapa?
Berlagak seperti jagoan yang tak punya adat.
Telingaku memerah menahan panas di ulu hati.
Dia menawarkan aku sebuah pilihan.
Sampai mati pun tak sudi.
Memangnya kamu siapa? Pikiranku kembali melayang menembus otak dan jantung.
Degupan jantung membalas letupanku.
"kamu juga tidak tahu siapa dirimu, kan?"
Wednesday, February 17, 2016
aku ingin pulang
tapi tulisanku tidak terbaca. mataku berkaca - kaca. baru saja dua tetes air mata jatuh di pipiku. kugigit bibir sambil menggoyangkan kaki kananku.
perasaan itu datang lagi.
kutahan isakan yang akan keluar dari bibirku karena aku berada di ruang kelas C901. kulirik jam yang berada tepat di atas papan tulis. tolong berhenti kataku dalam hati.
aku mau kembali.
boleh kah?
bisa kah?
ku arahkan pandanganku ke luar dibalik jendela. mengarah ke arah yang ku tebak sebagai arah SMA ku. tentu saja mata fanaku hanya melihat jendela kosong.
Aku ingin pulang.
pulang kemana, samantha?
rumah keduaku, Kolese Gonzaga.
Monday, February 15, 2016
s e n d i r i
aku mulai mengerti apa itu kesendirian.
kesendirian adalah ketika kamu harus terduduk di sudut. di sudut itu kamu hanya bisa mengedarkan butala ke berbagai arah tanpa ada fokus.
kesendirian adalah ketika di sudut itu telingamu hanya menangkap suara orang lain tanpa mendengar suaramu sendiri.
kesendirian adalah ketika kamu hanya bisa tersenyum sendiri. bersembunyi di balik gerakan bibir menjauhi gravitasi.
Sunday, February 14, 2016
kemungkinan klise
hujan di langit. bukan di hati.
beberapa kali menjalin relasi yang lebih dari hubungan pertemanan membuat saya sadar bahwa saya dan pasangan saya pasti akan berpisah. tidak mungkin ada kata 'langgeng'. bukan, bukan karena saya jahat.
terdengar klise memang kata - kata yang saya tuliskan habis ini.
"untuk pertama kalinya, ketidakpercayaan saya dipatahkan oleh datangnya seseorang lelaki yang biasa saja. dia tidak terlalu tampan. hidupnya sederhana. tidak ada sesuatu yang sangat istimewa darinya. tapi saya memutuskan menjadikkannya sesuatu yang istimewa bagi saya. untuk pertama kalinya, saya percaya bahwa selamanya itu tidak mustahil. saya ingin punya masa depan dengannya."
jatuh hati pada lelaki itu adalah kata yang paling tepat. tapi saat ini cukuplah kalian mengetahui bahwa ada seorang lelaki yang istimewa di hati. cerita yang mau saya tuliskan saat ini adalah satu hari di antara hari - hari lainnya.
sembilan bulan yang lalu, saya merasa valentine adalah hari yang biasa saja. toh mengungkapkan kasih sayang bisa setiap hari. ternyata hari kasih sayang tahun ini sangat sangat penuh kasih.
hari ini saya percaya bahwa dia adalah yang benar. yang saya butuhkan. dan yang saya inginkan.
dia... sempurna. setidaknya untuk saya.
kami hanya makan dan menonton film. biasa saja bukan? tapi tidak ada hari yang biasa saja ketika bersama dengannya.
sekitar pukul 1 siang kami mampir ke sebuah cafe bertemakan cokelat. hujan turun perlahan. dibawah temaram lampu kuning, dia memeluk saya dan membisikan tiga rangkai kata ajaib
"aku mencintaimu."
"aku juga demikian."
hari itu ditutup dengan perpisahan kami di pintu mobilnya. saya menunjuk langit di depan mata kami.
"langitnya jingga!"
"indah ya?"
sama seperti hari ini. seru saya dalam hati. sesaat saya melambaikan tangan padanya dan berlari - lari kecil menuju rumah dengan masih turunnya hujan di langit. bukan di hati kami.
Saturday, February 13, 2016
Friday, February 12, 2016
sedetik
Sedetik dan sedetik adalah segalanya.
Orang bilang sedetik itu bukan apa – apa. Sedetik hanyalah satuan waktu yang benar – benar tidak berguna. Tak ada yang menganggap bahwa sedetik sesuatu yang penting. Apa yang bisa didapat dari sedetik? Mereka kira mereka tahu segalanya? Mereka tidak tahu bahwa sedetik adalah segalanya yang kamu butuhkan.
Ketika kamu berpikir bahwa detik adalah satuan terkecil waktu. Di sanalah paradigmamu akan sedetik menjadi salah. Tidak. Sedetik bukan satuan terkecil. Diam adalah satuan terkecil. Dalam sedetik, semuanya dapat berubah. Sedetik menjadi asal mula dari setiap detik. Yang kamu butuhkan sebenarnya hanyalah sedetik.
Aku adalah makhluk posibiltas sekaligus aktualitas. Bagiku yang penuh posibilitas, apa yang lebih penting dari sedetik? Segala posibilitas bermula dari sedetik. Aku percaya bahwa sedetik memulai segalanya. Sedetik ketika aku lahir. Sedetik ketika aku bertumbuh. Sedetik ketika aku pertama kali tertawa. Sedetik ketika aku menangis. Dan sedetik – sedetik lainnya. Tentu saja sangat banyak karena detik berjalan dengan sangat cepat. Tapi detik yang yang paling aku sukai sejauh ini adalah detik ketika mataku menatap matanya.
Sudah kubilang bukan bahwa sebuah sedetik adalah suatu hal yang ajaib. Dalam sedetik, segalanya bisa berubah. Duniaku berubah dalam waktu sedetik ketika aku bertemu dengannya. Setiap detik dalam setiap menit dan setiap jam, juga hari bahkan tahun kuhabiskan dengannya. Lama kelamaan detik – detik tersebut aku kumpulkan untuk bisa meluangkan setidaknya satu jam bersamanya. Aku suka semua hal darinya. Matanya, bibirnya, pipinya, senyumannya, rambutnya yang diikat satu, dan semuanya menjadi sebuah kombinasi paling sempurna yang pernah aku lihat. Aku bahagia. Setidaknya detik itu.
Sedetik kemudian aku kembali tidak bahagia. Dia meninggalkanku. Gadis kurang ajar itu meninggalkan diriku yang begitu mencintainya. Lalu aku mengutuk sedetik.
Aku mencintainya lewat sedetik itu, dan dia meninggalkan aku lewat sedetik yang sama.
***titik awal
SALAH.
tak ada salahnya belajar menulis dan mempublikasikannya kepada dunia.saya adalah gadis berumur delapan belas tahun dengan kacamata minus 8, berambut hitam kurang dari sedagu yang mencintai sebuah karya sastra. selain mencintaimu, saya mencinta puisi. menurut saya puisi adalah sebuah aksara yang menari di atas lembaran kertas. dan tidak ada yang lebih membahagiakan menuangkan luapan isi hati dan pikiran ke dalam sebuah tulisan. puisi dibuat dari hasil olah imajinasi dengan segala hal di bawah langit dan di atas bumi.
cinta saya yang ketiga adalah cerita pendek. 'dia' menjadikan segala hal di semesta ini menjadi mungkin.
mengapa blog ini diberi identitas sebagai surealismeidiosinkritis? apa pula itu? surealisme menunjukkan sebuah hal yang tidak jelas. diluar akal yang bisa dipikirkan manusia. sebuah karya adalah suatu yang bersifat surealisme. sembunyi - sembunyi. memiliki makna di dalam makna tersembunyi. sementara idiosinkritis mengartikan sebuah keunikan tersendiri. tunggal. dan satu - satunya. dan mungkin aneh. tapi kata 'aneh' tidak dipakai. yang saya pakai adalah sebutan unik.
lantas jika blog ini berisikan sebuah ketidakjelasan, mengapa harus dibaca? sesungguhnya tidak perlu menggunakan kata harus. kebebasan membaca ini saya serahkan kepada pemikiran pembaca untuk menyuruh mata dan tangan bergerak.
oh,ya. nama saya samantha.
yang berubah dan tetap
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...
-
mari berjalan beriringan menuju peraduan menuju tempat yang kita kenal dengan 'kenangan masa lalu' meniti langkah demi setapak ing...
-
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...