Yang
aku tahu adalah kamu selalu ada disampingku. Dan yang kubutuhkan memang hanya
itu.
Aku
terbangun lagi malam ini. Terengah - engah. Keringat mengalir dari pelipisku
walaupun tempat aku tidur memakai pendingin ruangan. Aku rasakan jantungku
berdetak dengan cepat. Aku panik. Ini mungkin sudah ketujuh kalinya dalam
seminggu aku terbangun karena mimpi buruk. Dan sampai ketujuh kalinya dia masih
menemani aku. Laki laki ini tidur di sampingku dan refleks dia ikut terbangun.
Dia tau aku mendapat mimpi buruk lagi. Aku tahu, tanpa melihat, kantuknya sudah
sirna bersama kekhawatirannya selama seminggu ini. Segera dia bergerak ke
depanku. Mendekap kedua pipiku dengan tangan kanan dan kirinya.
"Ada
apa sayang?"
Aku
tidak bisa menjawab. Jantungku masih berdetak cepat.
"Aku
disini. Jangan khawatir. Aku disini"
Dia
memelukku. Tubuhku yang sedari tadi bergetar perlahan berhenti bersama dengan
pelukannya. Dia memelukku sampai hangat tubuhnya menjalari tubuhku. Tangan
kanannya mengelus punggungku dan rambut belakangku.
"Kamu
baik - baik saja. Aku disini untuk kamu."
Debaran
jantungku berangsur berkurang. Rasanya begitu tenang. Rasa ingin tidur ku
kembali. Dia tau. Dia segera menidurkan aku di ranjang. Menaikkan selimut
sampai ke dadaku. Mengecup dahiku. Aku tersenyum
"Kamu
baik baik saja, bukan?"
"Selama
kamu ada disini aku tahu aku baik - baik saja"
***