aku tak ingin bersamamu
atau lebih tepatnya
aku tidak bisa
berada disebelah mu,
menyadarkan kepalaku di atas dada bidang mu,
mengecup lembut pipi mu,
dan mencinta mu,
adalah empat hal yang terlarang bagi diriku
tetapi
.
.
aku mau
Thursday, September 29, 2016
tujuan setitik debu
aku hanyalah setitik debu
kecil tak berarti
paradigma manusia mengatakan aku tak esensial
apa itu setitik debu?
tidak ada gunanya pikir mereka
tapi aku punya tujuan
tujuanku adalah menjadi tujuan bagi manusia
aku bukan sesuatu yang menarik bagi kalian
bukan pula hal signifikan dari hal - hal besar
bukan
bukan itu
aku punya tujuan yang sebenarnya hanya sederhana
kalian mungkin memang tak butuh eksistensiku
aku tahu benar
katanya eksistensi tanpa esensi sama dengan mati
aku tidak mati
aku memiliki eksistensi
pernahkah terbersit pertanyaan
mengapa setitik debu ada?
jawabannya satu
untuk mengingatkan manusia apa yang aku tutupi
kesadaran kalian mengenai betapa pentingnya hal yang aku tutupi akan muncul
saat setitik debu ada
sudah ku katakan
tujuan kami sederhana
yang perlu kalian lakukan adalah menyadari tujuan setitik debu
menghapuskan kami dan segala intisarinya
setitik debu rela berada dalam ketidakadaan
asalkan tujuannya sudah terlaksana
kecil tak berarti
paradigma manusia mengatakan aku tak esensial
apa itu setitik debu?
tidak ada gunanya pikir mereka
tapi aku punya tujuan
tujuanku adalah menjadi tujuan bagi manusia
aku bukan sesuatu yang menarik bagi kalian
bukan pula hal signifikan dari hal - hal besar
bukan
bukan itu
aku punya tujuan yang sebenarnya hanya sederhana
kalian mungkin memang tak butuh eksistensiku
aku tahu benar
katanya eksistensi tanpa esensi sama dengan mati
aku tidak mati
aku memiliki eksistensi
pernahkah terbersit pertanyaan
mengapa setitik debu ada?
jawabannya satu
untuk mengingatkan manusia apa yang aku tutupi
kesadaran kalian mengenai betapa pentingnya hal yang aku tutupi akan muncul
saat setitik debu ada
sudah ku katakan
tujuan kami sederhana
yang perlu kalian lakukan adalah menyadari tujuan setitik debu
menghapuskan kami dan segala intisarinya
setitik debu rela berada dalam ketidakadaan
asalkan tujuannya sudah terlaksana
Monday, September 26, 2016
ini curhat saja ya..
saya lagi suka sekali dengan lagunya Banda Neira yang berjudul :
'Sampai Jadi Debu'
liriknya tuh sederhana tetapi aduhai berarti sekali. musik dan liriknya kawin sekali. apalagi dengan dentingan piano oleh Gardika Gigih yang dimulai detik ke 0.05 membuat saya jatuh cinta pada pendengaran pertama dengan nadanya. kemudian ketika suara Rara Sekar muncul, rasanya syahdu sekali tiba tiba kamar kosan saya. kurang lebih 3 menit kemudian ketika Rara Sekar mengaksarakan lagunya, hati saya langsung berhenti berdetak. suka sekali mulai dari diksi pertama. dilengkapi dengan suara khasnya Ananda Badudu menjadikan lagu ini sangat sangat harus didengarkan di tepi jendela sore sore ketika hujan! kalian harus dengar ya sobat... (ewhhh)
liriknya seperti ini :
badai tuan telah berlalu
salahkah ku menuntut mesra
tiap pagi menjelang
kau di sampingku
ku aman ada bersamamu
selamanya
sampai kita tua
sampai jadi debu
ku di liang yang satu
(ku disebelahmu)
badai puan telah berlalu
salahkah ku menuntut mesra
tiap taufan menyerang
kau di sampingku
kau aman ada bersamaku
selamanya
sampai kita tua
sampai jadi debu
ku di liang yang satu
(ku disebelahmu)
apa yang salah, adinda?
apa yang salah, adinda?
mengapa kau berpaling?
rasa hati yang melanda
terlihat di matamu
adinda,
jangan membuatku tersiksa
menyakiti sejuta asa
menjadikan otak merasa luka menganga
adinda, apa yang salah?
mengapa kau berpaling?
rasa hati yang melanda
terlihat di matamu
adinda,
jangan membuatku tersiksa
menyakiti sejuta asa
menjadikan otak merasa luka menganga
adinda, apa yang salah?
Apa Yang Salah (adaptasi puisi 'apa yang salah, adinda?')
Bisakah kamu melihat betapa cintanya
aku padamu. Bagaimana aku memberikan hatiku seutuhnya. Hanya untukmu.
Apa
yang salah, adinda? Mengapa kamu selalu berpaling dari hadapanku? Aku lelah
ditinggal pergi.
Apa
yang salah? Tidak ada yang salah. Jangan membuat masalah ketika tidak ada
masalah.
Kamu
tersenyum.
Tetapi
esoknya kamu membenci aku.
Kamu
berkata kamu mencintai aku.
Esoknya
kamu menamparku dengan kata bencimu.
Begitu
cintanya aku padamu, maka aku bertahan disini. Aku selalu disini.
Ku
tanya sekali lagi. Apa yang salah, adinda? Mengapa tidak bisa kau biarkan aku
mencintaimu?
Untuk
pertama kalinya aku memohon. Pandanglah kedua mataku. Di dalamnya kamu akan
melihat aku. Aku yang begitu mencintaimu, tanpa syarat sekecil debu pun.
Untuk
kedua kalinya aku memohon. Biarkan aku menggenggam jemarimu. Di saat itu kamu
akan merasakan betapa hangatnya cintaku padamu.
Untuk
ketiga kalinya aku memohon. Lihatlah aku yang berdiri disini. Hanya untukmu.
Menunggu kamu tanpa kenal lelah. Lihatlah aku yang begitu mencintaimu tanpa
mengerti hukum waktu.
Apa
yang salah? Tidak bisa kah kamu berhenti berlari dari aku dan mulai berhenti
untuk aku kejar?
Aku
cuma ingin kamu tahu bahwa tidak ada yang salah. Jadi tolong lihat aku dan
berkata semuanya baik – baik saja dan
memang tidak ada masalah.
“Maaf,
yang salah ada padaku.”, katamu menjawab pertanyaanku.
Ku
diam.
***
Rindu Sebuah
rindu sebuah aksara mati/melayang layang//
rinu sebuah jarak menebas meretas/terbungkm mulut terkatup//
rindu sebuah tanya/ dari saksi bisu air mata//
rindu sebuah realitas/tergugu/terisak/antara dirimu dan aku//
rinu sebuah jarak menebas meretas/terbungkm mulut terkatup//
rindu sebuah tanya/ dari saksi bisu air mata//
rindu sebuah realitas/tergugu/terisak/antara dirimu dan aku//
Rindu Sebuah (Adaptasi dari puisi 'Rindu Sebuah' )
Rindu sebuah aksara mati melayang –
layang. Ketika kamu merindu aku. Itu hanya sebuah aksara. Aksara mati yang
tidak hidup.
Kirana
mencintai lewat monitor. Dirinya memandang layar monitor itu untuk merindu.
Memeluk layar hanya untuk mengungkapkan rasa cinta. Yang dilihatnya hanyalah
warna – warni monitor dan sesosok wajah yang bergerak.
Wajah
yang dicintainya itu dimiliki oleh seorang lelaki bernama Gama. Lelaki yang
paling Kirana cinta. Tetapi apa daya ketika jarak harus tertawa ketika Gama
harus berlayar ke benua sebelah. Hati Kirana hancur. Tapi dia tau dirinya tak
bisa merengek – rengek seperti anak kecil. Dia harus belajar merelakan agar
Gama dapat meraih apa yang diimpinkannya.
Mereka
berdua belajar bahwa rindu adalah sesuatu yang sakral. Yang dapat mereka
lakukan hanyalah bertemu tatap dibalik layar monitor masing – masing.
Kirana
menangis dibalik senyumannya di depan layar. Gama merengut dibalik tawanya di
depan layar.
Tetapi
apa daya? Rindu itu tetap memiliki eksistensi.
waktu berhenti saja lah!
mengapa waktu harus terus berjalan?
apakah sang kronos tak ingin beristirahat
barang sejenak saja?
banyak jiwa berharap
agar waktu berhenti saja
karena dengan itu kebahagiaan tak lekang oleh waktu
tapi,
pada akhirnya manusia tak bisa melakukan apa - apa, bukan?
apakah sang kronos tak ingin beristirahat
barang sejenak saja?
banyak jiwa berharap
agar waktu berhenti saja
karena dengan itu kebahagiaan tak lekang oleh waktu
tapi,
pada akhirnya manusia tak bisa melakukan apa - apa, bukan?
jelita.
jelita menari nari terbakar di depan netra
wajahnya mengambar garis vertikal mengembang
yang membuat dada ini ngilu
serta gemeretak gigi
meledak pula kepala jelita
tidak ada darah mengucur
hanya kekecewaan yang begitu dalam
dan sekujur tubuh menggigil bersalah
sampai akhirnya
gambaran itu berganti kekosongan
kemudian terang
U
seradu padu benalu terlalu
terlalu memalu mengilu
mengilu lalu beradu
beradu semu meramu
meramu debu semu
semu kamu lalu aku
terlalu memalu mengilu
mengilu lalu beradu
beradu semu meramu
meramu debu semu
semu kamu lalu aku
ingin ku...
ingin ku jadi matamu
untuk menetrakan tatapan butalamu
ingin ku jadi telingamu
mendengar suara yang hanya bisa didengar olehmu
ingin ku jadi hidungmu
mencium aroma yang kamu cium
ingin ku jadi bibirmu
untuk merasakan sentuhan lembut bibir kita yang saling beradu
ingin ku jadi rindumu
seperti isyarat yang tiada terssampaikan
ingin ku jadi cintamu
biar ku hidup seutuhnya
untuk menetrakan tatapan butalamu
ingin ku jadi telingamu
mendengar suara yang hanya bisa didengar olehmu
ingin ku jadi hidungmu
mencium aroma yang kamu cium
ingin ku jadi bibirmu
untuk merasakan sentuhan lembut bibir kita yang saling beradu
ingin ku jadi rindumu
seperti isyarat yang tiada terssampaikan
ingin ku jadi cintamu
biar ku hidup seutuhnya
Subscribe to:
Posts (Atom)
yang berubah dan tetap
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...
-
mari berjalan beriringan menuju peraduan menuju tempat yang kita kenal dengan 'kenangan masa lalu' meniti langkah demi setapak ing...
-
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...