Tuesday, June 15, 2021

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tulang dada.

My Jinji tak lagi jadi playlist harian. Kini denting denting suara yang kudengarkan dari pengeras suaraku ialah ‘Please, Please, Please Let Me Get What I Want’ - The Smith. ‘Well I Wonder’ masih dari The Smith, ‘All I Am’ - Heatwave, ‘The Heights’ - Far Caspian, dan banyak sekali lagu BTS. yap. aku ARMY sekarang. menyeramkan sekali bagaimana dunia bisa segila ini sekarang.

tapi satu yang tak berubah. aku masih sendiri dan menunggu. entah sampai kapan. kalau boleh, cepatlah datang ya?



Thursday, January 16, 2020

apakah?

kalau kamu tahu,
apakah kamu akan meninggalkannya
dan langsung berlari ke arahku?

kalau kamu tahu,
apakah kamu akan memaafkanku
untuk semua sakit yang kuberikan padamu?

kalau kamu tahu,
apakah hatimu yang sudah beku setahun ini
akan kembali mencair?

kalau kamu tahu,
apakah matamu hanya akan memandang milikku
hingga aku bisa kembali melihat pantulanku di mata hitam mu?

kalau kamu tahu,
apakah kamu akan membisikkan
ucapan cinta padaku?

kalau kamu tahu,
apakah aku bisa merasakan kembali
genggaman hangat jemari tanganmu?

kalau kamu tahu,
apakah kamu akan tetap di sini
bersamaku?
dan tidak akan kemana mana lagi?

apakah?

pesan

berharap dan bermimpi adalah sesuatu yang biadab
kalau kamu tau sakitnya berharap,
kamu akan mengerti maksudku ini

dan kalau kamu sudah mengenal kejamnya mimpi
kamu juga akan memahami pesanku ini

tentang aku, aku yang baru

Pertama kali menulis di blog ini, 12 Februari 2016, aku hanyalah seorang perempuan dengan minus tujuh di mata kanan dan inus lima di mata kiri. Aku di 2016 masih sejelek anak baru lulus SMA setahun lamanya. Seingatku diriku yang dulu tak jauh dari kuliah, membaca, berteman, pacaran, dan hal-hal tidak penting lainnya.
Rasanya hal paling menyulitkan dan menyedihkan dalam hidupku di 2016 hanyalah ujian yang susah atau berantem dengan pacar. aku tidak sadar bahwa sekarang, diriku di 2020 tertawa terbahak-bahak melihat 2016 aku yang hidup dengan sangat menyenangkan. karena sekarang aku adalah aku yang baru.

penghujung berakhirnya 2019, ayahku stroke. sama.sekali.tidak.meyenangkan. tadinya aku yang begitu bimbang dengan kehidupan setelah lulu kuliah melihat cahaya terang dengan memilih melanjutkan studi ke jepang. negara yang paling aku sukai sejauh ini. tapi semuanya batal. semua orang bilang dan aku sendiri meyakinkan diriku bahwa aku tidak bisa pergi. Anak macam apa yang menghabiskan uang ayahnya untuk sekolah lagi. lagipula aku merasa aku tidak sepintar itu untuk mendapatkan beasiswa. jadi aku menyerah. tapi rasanya jauh di dalam lubuk hatiku aku tidak terima. mungkin aku marah dengan keadaan itu. Aku begitu stress melihat ayahku sakit kepala hebat karena pendarahan di otaknya. aku kebingungan melanjutkan usaha ayahku menggantikannya untuk sementara waktu. badanku juga sepertinya kelelahan sekali.

lalu hal yang paling tidak diduga malahan datang mengetuk. aku memang sudah merasa sejak September 2019 ada yang salah dengan mataku. Mata kananku suka kecil sebelah dan pandanganku menjadi berbayang. Akhirnya aku memutuskan ke dokter mata dan beliau menyuruhku pergi ke dokter syaraf. Ternyata tepat di hari ulangtahun ibuku, dokter melakukan pemeriksaan dengan menusuk jarum di dahiku dan beliau mendiagnosa aku sakit myasthenia gravis. sebuah penyakit autoimun yang akut dan tidak akan bisa sembuh

semua berubah sejak itu. myasthenia gravis membuatku benar benar kelelahan. dengan mata yang sering berbayang aku jadi semakin banyak butuh bantuan. omong-omong, buat yang tidak tahu, myasthenia gravis adalah sebuah penyakit yang terjadi karena antibodi di dalam tubuh malah menyerang sel sehat di dalam tubuh. Kebetulan di myasthenia gravis, penyakit ini akan menyerang otot. oto mata, tangan, kaki, menelan, bahkan pernapasan. untungnya baru mataku saja dan sedikit tangan kanan ku yang kena. sialnya, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan. hanya obat yang membantu untuk menjaga agar tetap sehat. 

setelah sakit, makananku pun harus dijaga. aku tidak boleh makan gluten, pengawet, pemanis, penyedap, perwarna (padahal semua makanan kan ada empat hal tersebut ya?), tidak boleh susu, keju, cokelat, kentang, dan masih banyak yang lain. menyedihkan sekali. aku sempat pernah menangis karena sudah tidak bisa makan apapun.

lucunya. seakan belum selesai. dokter kembali memvonis kalau penyakit autoimunku ini tidak hanya myasthenia gravis. aku juga sakit hipertiroid. lucunya lagi dokter menyuruhku CT scan thorax karena katanya biasanya penyandang myasthenia gravis (MG) sakit karena masih ada kelenjar timus di dada. tepatnya di belakang tulang dada. kelenjar timus ini berguna untuk memproduksi antibodi dan katanya dokter ada pada bayi untuk menjaganya dari virus dan bakteri di luar. seharusnya timus ini menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Sayangnya biasanya timus ini masih ada dan malah menyebabkan MG.
kemudian dua hari yang lalu hasil CT scan ku keluar. dokter bilang ada benjolan gumpalan daging berukuran 8 cm yang seharusnya tidak ada di belakang tulang dada dan di atas jantungku ini. dokter bilang harus diangkat karena kita tidak akan tau apakan benjolan itu membesar atau mengganas atau berubah jadi tumor. lucu sekali bukan?

aku merasa kalah dengan autoimunku ini. dan sampai detik ini. jujur belum ada jawaban yang terpikirkan di kepalaku. aku tidak melakukan apa-apa karena khawatir tubuhku akan sakit. tapi aku jadi orang yang sangat sangat tidak berguna.

menyedihkan sekali bukan aku yang baru ini?

Saturday, July 27, 2019

pertanyaan seorang ayah

kemarin,
ayah
bertanya

“apa mimpimu nak?”

sang anak enggan membuka mulutnya.
karena
ia
sudah lupa
dengan semua yang bernama
mimpi
dan cita-cita

apakah dulu ia pernah mempunyai
mimpi
untuk hari esok?
rasa rasanya seiring dengan berjalannya tahun yang tergambar
lewat rambut putih ayahnya
ia perlahan melupakan makna dari cita
tidak terlalu penting katanya
mimpi hanyalah bunga tidur
yang tidak akan membawanya pergi kemana-mana

makanya ia diam

meninggalkan ayah
beserta raut wajahnya
yang penuh
dengan
yang namanya
kekhawatiran.

apa jawabannya? kapan aku mengetahui jawabannya?

pernah tidak sih berbulan bulan kamu berusaha mengejar sesuatu sampai rasanya kamu sudah mengerahkan semuanya ke sana? Dan setelah semuanya selesai dan berhasil, ada langkah selanjutnya yang harus kamu ambil. tapi... bahkan sekarang kamu tidak tahu harus berjalan ke mana. bahkan untuk tahu jalan mana yang harus dipilih saja, kamu sudah terlampau bingung.
Ada ekspektasi, harapan, dan kata-kata yang harus dipenuhi dari orang sekitarmu. sampai-sampai ingin membekukan waktu saja agar semua pertanyaan yang belum ada jawabannya itu akan berhenti dipertanyakan karena kamu bahkan belum tahu jawabannya.

belum. tapi seharusnya akan tahu ya?
tapi kamu tidak tahu berapa lama lagi kamu akan diam dan duduk di titik yang sama sampai kamu harus dan terpaksa bangkit dan berjalan.

Friday, July 26, 2019

naka naka baka (なか なか ばか)

Setelah selesai dengan empat tahun tanggung jawabku terhadap kuliah jurusan jurnalistik akhirnya aku kembali ke sudut ini. Memandangi layar laptop putih dengan ketikan jari yang bahkan tidak ku ketahui akan mengarah kemana. lantunan lagu My Jinji milik Sunset Rollercoaster terdengar di kedua telinga kiri dan kananku berkat bantuan earphone putih andalanku. Rambut sebahuku kuikat satu karena udara terasa panas bahkan di kamar dengan AC bersuhu 20. Ada sebuah perasaan rindu yang memuncak di dada terhadap sebuah blog yang sudah setahun enam bulan ku abaikan. Selain rindu, ada rasa kecil mengenai ketakutan terhadap suatu hal yang sebelumnya pernah menjadi suatu hal yang amat ku sukai karena setelah lamanya waktu berjalan, aku mati rasa rasanya? Khawatir tidak bisa menulis dengan perasaan yang sama lagi seperti tahun-tahun lalu.

Namun satu hal yang ku tahu akan ku ceritakan adalah mengenai: naka naka baka.

beberapa bulan ini aku mendapat kesempatan untuk belajar bahasa Jepang, bahkan di tengah berbagai kesibukan yang rasanya tidak ada habisnya. Lebih tepatnya memaksakan menyempatkan waktu untuk satu setengah jam kelas seminggu dua kali untuk sejenak kabur dari berbagai hal yang merantai kakiku. tapi pilihanku ini tepat.
senang rasanya bisa belajar suatu hal yang baru. setiap pertemuan selesai pada pukul 19:00, aku akan mendapatkan ungkapan-ungkapan baru yang bisa kubagikan di story instagramku yang seolah menjadi sandi rahasia yang hanya diketahui olehku, segelintir orang, dan google translate. seru sekali ketika aku bisa mengungkapkan sesuatu yang tidak banyak diketahui orang dan hal itu membuatku merasa keren.

Sambil menegetik ini semua, pikiranku melayang ke hari kamis lalu atau tepatnya kemarin ketika kami sedang belajar mengenai kalimat dengan verb te (yang lebih baik tidak usah ku jelaskan karena malah akan jadi lebih membingungkan dibandingkan memperjelasnya). Sensei kami menulis sebuah kalimat di papan tulis putih tersebut dengan huruf hiragana yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia akan berarti "Erwin-san ganteng dan lumayan pintar".

Lumayan dalam bahasa Jepang adalah Naka naka. Lalu spontan aku melontarkan sebuah kalimat "naka naka baka?". Untukmu yang tidak tahu, Baka adalah sebuah kalimat berbahasa Jepang yang akhir-akhir ini aku sukai. Artinya bodoh.
senseiku mengatakan bahwa naka naka baka jarang digunakan, lagi pula kata kata itu terlalu kasar. "Lebih baik 'sukoshi baka' saja, Samantha-san", ujar senseiku. karena ketika kamu mencari arti dari kata sukoshi, kamu akan menemukan kata 'sedikit'.

Kemudian malam ini aku sampai pada kesimpulan bahwa aku bukan sukoshi, melainkan naka naka. Aku adalah orang yang lumayan bodoh karena sudah berpura - pura baik - baik saja selama delapan bulan ini. padahal sedikit yang tahu bahwa saat ini saja, ketika Pilu Membirunya Kunto Aji terputar, hati ku masih mati. Benar benar naka naka baka, bukan?

Wednesday, January 31, 2018

jauh jauh ke dalam sana

jangan sudahi kencan kita di bawah naungan pohon rindang yang teriknya mentari turun di sela sela dedaunan hijau
hembusan angin jadi latar belakang  dayu mendayu suara berbisik di telinga
berdua merebahkan raga juga hati kita di satu batang yang sama
erat  jemari bertautan seolah ada janji masa depan dalam genggaman tautan itu
lewat hangatnya tangan yang bergerak memberi rasa hangat yang meluap luap seperti dahaga akan air di sanubari ini 
bergerak menari di pandangi alang yang menunduk nunduk
air jatuh dari langit setelahnya
hidung mencium bau tanah rumput yang tetap wangi tubuhmu mengalahkan
bermekaran renjanaku  menatap warna coklat tua di matamu dan jatuh jauh ke dalam sana..

Wednesday, January 3, 2018

diam

hanya bungkam dan menahannya sendiri,
karena kalau tidak,


nanti ada yang menyakiti dari bibir dan disakiti di hati.

Sunday, October 29, 2017

yang mana?

kita pernah menyakiti dan disakiti.
keduanya tak bisa dipungkiri.
lantas, sekarang, sedang giliran menyakiti atau disakii?

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...