seharusnya,
kesibukan ini itu bukan alasan
alasan saya untuk menunda jemari dan kepala
untuk membuka plastik yang melindungi buku,
memulai perjalan dari halaman satu sampai beratus - ratus ke belakang
hingga ada kata tamat atau selesai
jadi selama ini saya hanya mencari alasan
alasan atas ketakutan untuk memulai kembali
untuk mencinta dan merasakan punya dunia sendiri di tengah keramaian dan kebisinga sekitar
tidak lagi saya berani bahkan sekedar membalikkan ke sampul belakang
maka,
sekarang saya harus kembali belajar
bukan hanya belajar ini itu
tetapi
mencintai kembali. sekali lagi. atau yang kali ke berapa. entahlah. yang penting kembali mencinta
Monday, March 27, 2017
Saturday, March 25, 2017
mirip tidak?
halo. ini saya.
gadis berkacamata
minus 8 di mata kanan dan minus 5 untuk sebelahnya.
rambut sekarang sudah lebih dari sedagu
suka sekali mitologi yunani
mencintai lagu - lagu yang sedikit melenceeng dari normal. kadang.
dan kamu.
iya kamu yang lagi baca
(ditambahkan 'hehe' supaya lucu dan terkesan imut saja)
hehe.
Wednesday, March 8, 2017
Cinta saja tidak membuatmu kenyang, kawan!
Seorang perempuan muda pernah berhadapan dengan dua jalan yang benar – benar bertolak belakang. Di jalan pertama dia menemukan cintanya, tetapi jalan kedua penuh perjuangan mengejar cita – citanya. Dia sangat bingung hendak melangkah ke mana. Dia harus memilih dan pasti dia akan memilih keputusan yang paling tepat untuk dirinya sendiri.
Gadis itu menjalani hari – hari berat di saat dirinya sedang berkuliah tingkat kedua di sebuah Universitas di bilangan Tangerang. Entah mengapa dia merasa semua mata kuliah di semester tiga sangat sulit sehingga membuat dia merasa kelelahan. Selain itu, semua uang kuliah dibiayai oleh mamanya dan membuat dirinya merasa semakin tidak nyaman untuk memberatkan mamanya. Hal itu membuat dia merasa ingin berhenti saja berkuliah dan menikah muda dengan pacarnya, si lelaki itu yang sudah bersamanya selama tiga tahun ini.
Awalnya, tekad untuk berhenti kuliah sudah bulat dan dia tidak akan melanjutkan semester empat, tetapi entah mengapa semesta memberi jawab lain untuk keputusannya. Jawaban pertama datang dari mamanya sendiri yang tidak memperbolehkan gadis itu untuk berhenti kuliah karena ada kekhawatiran akan masa depan anaknya. Kemudian teman – teman terdekatnya juga melarang keras keputusannya itu. Jawaban terakhir yang membuat dia sangat bimbang adalah diterimanya dia dalam sebuah media kampus yang selama ini dia inginkan.
Setelahnya, si gadis berpikir dan merenung apakah dia harus memilih jalan dimana dia bisa bersama orang yang dia cintai dan tidak perlu lagi kelelehan dengan semua perkuliahannya atau tetap melanjutkan kuliahnya dan mengejar cita – citanya sebagai reporter. Akhirnya, dia memilih untuk tetap berkuliah karena merasa cinta saja tidak cukup. Mungkin dengan memutuskan untuk berhenti kuliah membuat dia bisa bahagia dengan pacarnya, tapi itu tidak cukup. Menurutnya jika hanya dengan cinta, hidupnya belum cukup lengkap untuk membuat dia bahagia. Dia butuh usaha dan kerja keras dari diri sendiri untuk bisa mewujudkan cita – citanya dan menjadi bahagia. Jadi akhirnya dia memilih untuk tetap melangkah di jalan panjang dan berliku.
Gadis itu menjalani hari – hari berat di saat dirinya sedang berkuliah tingkat kedua di sebuah Universitas di bilangan Tangerang. Entah mengapa dia merasa semua mata kuliah di semester tiga sangat sulit sehingga membuat dia merasa kelelahan. Selain itu, semua uang kuliah dibiayai oleh mamanya dan membuat dirinya merasa semakin tidak nyaman untuk memberatkan mamanya. Hal itu membuat dia merasa ingin berhenti saja berkuliah dan menikah muda dengan pacarnya, si lelaki itu yang sudah bersamanya selama tiga tahun ini.
Awalnya, tekad untuk berhenti kuliah sudah bulat dan dia tidak akan melanjutkan semester empat, tetapi entah mengapa semesta memberi jawab lain untuk keputusannya. Jawaban pertama datang dari mamanya sendiri yang tidak memperbolehkan gadis itu untuk berhenti kuliah karena ada kekhawatiran akan masa depan anaknya. Kemudian teman – teman terdekatnya juga melarang keras keputusannya itu. Jawaban terakhir yang membuat dia sangat bimbang adalah diterimanya dia dalam sebuah media kampus yang selama ini dia inginkan.
Setelahnya, si gadis berpikir dan merenung apakah dia harus memilih jalan dimana dia bisa bersama orang yang dia cintai dan tidak perlu lagi kelelehan dengan semua perkuliahannya atau tetap melanjutkan kuliahnya dan mengejar cita – citanya sebagai reporter. Akhirnya, dia memilih untuk tetap berkuliah karena merasa cinta saja tidak cukup. Mungkin dengan memutuskan untuk berhenti kuliah membuat dia bisa bahagia dengan pacarnya, tapi itu tidak cukup. Menurutnya jika hanya dengan cinta, hidupnya belum cukup lengkap untuk membuat dia bahagia. Dia butuh usaha dan kerja keras dari diri sendiri untuk bisa mewujudkan cita – citanya dan menjadi bahagia. Jadi akhirnya dia memilih untuk tetap melangkah di jalan panjang dan berliku.
Karena Mencintai Saja Tidak Cukup
Kalau kamu kamu mau mencintai, ada satu syarat yang harus kamu penuhi: dicintai
Memandangnya dari jauh
Berjalan memutar
Bersemu pipimu ketika berpapasan dengannya
Semua itu tidak cukup jika hanya kamu yang mencintai
Untuk membuatnya sempurna,
Kamu juga butuh dicintai.
mencintai dan dicintai kemudian semuanya menjadi cukup.
Memandangnya dari jauh
Berjalan memutar
Bersemu pipimu ketika berpapasan dengannya
Semua itu tidak cukup jika hanya kamu yang mencintai
Untuk membuatnya sempurna,
Kamu juga butuh dicintai.
mencintai dan dicintai kemudian semuanya menjadi cukup.
Subscribe to:
Posts (Atom)
yang berubah dan tetap
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...
-
mari berjalan beriringan menuju peraduan menuju tempat yang kita kenal dengan 'kenangan masa lalu' meniti langkah demi setapak ing...
-
banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...
