Monday, June 27, 2016

Ketika Kamu Ada

Yang aku tahu adalah kamu selalu ada disampingku. Dan yang kubutuhkan memang hanya itu.
Aku terbangun lagi malam ini. Terengah - engah. Keringat mengalir dari pelipisku walaupun tempat aku tidur memakai pendingin ruangan. Aku rasakan jantungku berdetak dengan cepat. Aku panik. Ini mungkin sudah ketujuh kalinya dalam seminggu aku terbangun karena mimpi buruk. Dan sampai ketujuh kalinya dia masih menemani aku. Laki laki ini tidur di sampingku dan refleks dia ikut terbangun. Dia tau aku mendapat mimpi buruk lagi. Aku tahu, tanpa melihat, kantuknya sudah sirna bersama kekhawatirannya selama seminggu ini. Segera dia bergerak ke depanku. Mendekap kedua pipiku dengan tangan kanan dan kirinya.

"Ada apa sayang?"
Aku tidak bisa menjawab. Jantungku masih berdetak cepat.

"Aku disini. Jangan khawatir. Aku disini"

Dia memelukku. Tubuhku yang sedari tadi bergetar perlahan berhenti bersama dengan pelukannya. Dia memelukku sampai hangat tubuhnya menjalari tubuhku. Tangan kanannya mengelus punggungku dan rambut belakangku.

"Kamu baik - baik saja. Aku disini untuk kamu."

Debaran jantungku berangsur berkurang. Rasanya begitu tenang. Rasa ingin tidur ku kembali. Dia tau. Dia segera menidurkan aku di ranjang. Menaikkan selimut sampai ke dadaku. Mengecup dahiku. Aku tersenyum

"Kamu baik baik saja, bukan?"
"Selama kamu ada disini aku tahu aku baik - baik saja"

***


No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...