Monday, April 18, 2016

yang (tidak) ingin pergi di sudut itu

sudut itu menjadi bukti bahwa kenangan pernah ada. dia menjadi tempat kami bersembunyi dari dunia. nyaman dan penuh kerahasiaan ketika berada di sudut itu. aku selalu berjanji bertemu dengannya di sudut itu. dia menerima kami dengan tangan terbuka. tanpa menghakimi siapa dan apa kami. sudut itu menyediakan tempat kami berteduh dari teriknya cahaya dan kelunya malam.
di sudut itu, kami melakukan banyak hal. tanpa seorang pun tahu. sudut itu melindungi kami.
.
.
.
tapi, ketika hari ini aku datang kembai ke sudut itu, dia tidak ada. sebenarnya sudah sejak lama dia pergi meninggalkanku sendirian di sudut itu. aku hanya ingin memastikan mungkingkah dia menungguku di sudut itu?

tidak. dia tidak pernah datang.

kata sudut itu berbisik, tidak ingin menyakitiku.
lalu aku meratapi dan menangis dilihat sudut itu yang menatapkan butalanya penuh kesedihan.

No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...