Wednesday, March 8, 2017

Cinta saja tidak membuatmu kenyang, kawan!

Seorang perempuan muda pernah berhadapan dengan dua jalan yang benar – benar bertolak belakang. Di jalan pertama dia menemukan cintanya, tetapi jalan kedua penuh perjuangan mengejar cita – citanya. Dia sangat bingung hendak melangkah ke mana. Dia harus memilih dan pasti dia akan memilih keputusan yang paling tepat untuk dirinya sendiri.
Gadis itu menjalani hari – hari berat di saat dirinya sedang berkuliah tingkat kedua di sebuah Universitas di bilangan Tangerang. Entah mengapa dia merasa semua mata kuliah di semester tiga sangat sulit sehingga membuat dia merasa kelelahan. Selain itu, semua uang kuliah dibiayai oleh mamanya dan membuat dirinya merasa semakin tidak nyaman untuk memberatkan mamanya.  Hal itu membuat dia merasa ingin berhenti saja berkuliah dan menikah muda dengan pacarnya, si lelaki itu yang sudah bersamanya selama tiga tahun ini.
Awalnya, tekad  untuk berhenti kuliah sudah bulat dan dia tidak akan melanjutkan semester empat, tetapi entah mengapa semesta memberi jawab lain untuk keputusannya. Jawaban pertama datang dari mamanya sendiri yang tidak memperbolehkan gadis itu untuk berhenti kuliah karena ada kekhawatiran akan masa depan anaknya. Kemudian teman – teman terdekatnya juga melarang keras keputusannya itu. Jawaban terakhir yang membuat dia sangat bimbang adalah diterimanya dia dalam sebuah media kampus yang selama ini dia inginkan.
Setelahnya, si gadis berpikir dan merenung apakah dia harus memilih jalan dimana dia bisa bersama orang yang dia cintai dan tidak perlu lagi kelelehan dengan semua perkuliahannya atau tetap melanjutkan kuliahnya dan mengejar cita – citanya sebagai reporter. Akhirnya, dia memilih untuk tetap berkuliah karena merasa cinta saja tidak cukup. Mungkin dengan memutuskan untuk berhenti kuliah membuat dia bisa bahagia dengan pacarnya, tapi itu tidak cukup. Menurutnya jika hanya dengan cinta, hidupnya belum cukup lengkap untuk membuat dia bahagia. Dia butuh usaha dan kerja keras dari diri sendiri untuk bisa mewujudkan cita – citanya dan menjadi bahagia. Jadi akhirnya dia memilih untuk tetap melangkah di jalan panjang dan berliku.

No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...