ada hawa yang kembali menjatuhkan air dari matanya yang berwarna kelabu
bersembunyi di balik bantal usangnya
dan mungkin ini sudah menjadi kebiasaan si perempuan
bersedu sedan sembari jemarinya menutup telinganya
dan menutup indera penglihatan dari kebengisan yang ada di luar
namun sebenarnya dan sejujur - jujurnya,
mereka tidak melukai gadis itu
tidak ada sesuatu pun yang berniat untuk membawakan kesedihan baginya
dia hanya terlalu menerima dengan hatinya
jadi,
luka itu keluar dengan sendirinya
No comments:
Post a Comment