dalam setahun, ada satu hari sial dimana aku akan melihat dirinya dalam benak dan pikiranku
dia yang pernah terbengkalai lama di sudut tersempit di hatiku
yang sebenarnya harus kubuang jauh - jauh tapi nyatanya keberadaanya masih sama seperti beberapa tahun yang lalu
dan malam ini, mendengar satu lagu, lagu apapun itu.
yang bisa kuingat hanya
dia meloncat kabur untuk memberiku coklat
berjalan beriringan bersama menuruni tangga ujung itu
berpura pura duduk membicarakan hal penting padahal yang ada hanya kebisuan
memegang tangan kiriku dengan jemari kanannya karena kala itu tangan kananku sedang terluka. dimana lukanya sama besarnya ketika aku harus melepaskan genggamannya
jadi katakan padaku, sampai kapan? sampai berapa lama lagi? sehingga aku bisa benar - benar berhenti.
No comments:
Post a Comment