hembusan angin jadi latar belakang dayu mendayu suara berbisik di telinga
berdua merebahkan raga juga hati kita di satu batang yang sama
erat jemari bertautan seolah ada janji masa depan dalam genggaman tautan itu
lewat hangatnya tangan yang bergerak memberi rasa hangat yang meluap luap seperti dahaga akan air di sanubari ini
bergerak menari di pandangi alang yang menunduk nunduk
air jatuh dari langit setelahnya
hidung mencium bau tanah rumput yang tetap wangi tubuhmu mengalahkan
bermekaran renjanaku menatap warna coklat tua di matamu dan jatuh jauh ke dalam sana..
No comments:
Post a Comment