Monday, September 26, 2016

Apa Yang Salah (adaptasi puisi 'apa yang salah, adinda?')

Bisakah kamu melihat betapa cintanya aku padamu. Bagaimana aku memberikan hatiku seutuhnya. Hanya untukmu.
Apa yang salah, adinda? Mengapa kamu selalu berpaling dari hadapanku? Aku lelah ditinggal pergi.
Apa yang salah? Tidak ada yang salah. Jangan membuat masalah ketika tidak ada masalah.
Kamu tersenyum.
Tetapi esoknya kamu membenci aku.
Kamu berkata kamu mencintai aku.
Esoknya kamu menamparku dengan kata bencimu.
Begitu cintanya aku padamu, maka aku bertahan disini. Aku selalu disini.
Ku tanya sekali lagi. Apa yang salah, adinda? Mengapa tidak bisa kau biarkan aku mencintaimu?
Untuk pertama kalinya aku memohon. Pandanglah kedua mataku. Di dalamnya kamu akan melihat aku. Aku yang begitu mencintaimu, tanpa syarat sekecil debu pun.
Untuk kedua kalinya aku memohon. Biarkan aku menggenggam jemarimu. Di saat itu kamu akan merasakan betapa hangatnya cintaku padamu.
Untuk ketiga kalinya aku memohon. Lihatlah aku yang berdiri disini. Hanya untukmu. Menunggu kamu tanpa kenal lelah. Lihatlah aku yang begitu mencintaimu tanpa mengerti hukum waktu.
Apa yang salah? Tidak bisa kah kamu berhenti berlari dari aku dan mulai berhenti untuk aku kejar?
Aku cuma ingin kamu tahu bahwa tidak ada yang salah. Jadi tolong lihat aku dan berkata semuanya  baik – baik saja dan memang tidak ada masalah.
“Maaf, yang salah ada padaku.”, katamu menjawab pertanyaanku.
Ku diam.

***

No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...