Bisakah kamu melihat betapa cintanya
aku padamu. Bagaimana aku memberikan hatiku seutuhnya. Hanya untukmu.
Apa
yang salah, adinda? Mengapa kamu selalu berpaling dari hadapanku? Aku lelah
ditinggal pergi.
Apa
yang salah? Tidak ada yang salah. Jangan membuat masalah ketika tidak ada
masalah.
Kamu
tersenyum.
Tetapi
esoknya kamu membenci aku.
Kamu
berkata kamu mencintai aku.
Esoknya
kamu menamparku dengan kata bencimu.
Begitu
cintanya aku padamu, maka aku bertahan disini. Aku selalu disini.
Ku
tanya sekali lagi. Apa yang salah, adinda? Mengapa tidak bisa kau biarkan aku
mencintaimu?
Untuk
pertama kalinya aku memohon. Pandanglah kedua mataku. Di dalamnya kamu akan
melihat aku. Aku yang begitu mencintaimu, tanpa syarat sekecil debu pun.
Untuk
kedua kalinya aku memohon. Biarkan aku menggenggam jemarimu. Di saat itu kamu
akan merasakan betapa hangatnya cintaku padamu.
Untuk
ketiga kalinya aku memohon. Lihatlah aku yang berdiri disini. Hanya untukmu.
Menunggu kamu tanpa kenal lelah. Lihatlah aku yang begitu mencintaimu tanpa
mengerti hukum waktu.
Apa
yang salah? Tidak bisa kah kamu berhenti berlari dari aku dan mulai berhenti
untuk aku kejar?
Aku
cuma ingin kamu tahu bahwa tidak ada yang salah. Jadi tolong lihat aku dan
berkata semuanya baik – baik saja dan
memang tidak ada masalah.
“Maaf,
yang salah ada padaku.”, katamu menjawab pertanyaanku.
Ku
diam.
***
No comments:
Post a Comment