Rindu sebuah aksara mati melayang –
layang. Ketika kamu merindu aku. Itu hanya sebuah aksara. Aksara mati yang
tidak hidup.
Kirana
mencintai lewat monitor. Dirinya memandang layar monitor itu untuk merindu.
Memeluk layar hanya untuk mengungkapkan rasa cinta. Yang dilihatnya hanyalah
warna – warni monitor dan sesosok wajah yang bergerak.
Wajah
yang dicintainya itu dimiliki oleh seorang lelaki bernama Gama. Lelaki yang
paling Kirana cinta. Tetapi apa daya ketika jarak harus tertawa ketika Gama
harus berlayar ke benua sebelah. Hati Kirana hancur. Tapi dia tau dirinya tak
bisa merengek – rengek seperti anak kecil. Dia harus belajar merelakan agar
Gama dapat meraih apa yang diimpinkannya.
Mereka
berdua belajar bahwa rindu adalah sesuatu yang sakral. Yang dapat mereka
lakukan hanyalah bertemu tatap dibalik layar monitor masing – masing.
Kirana
menangis dibalik senyumannya di depan layar. Gama merengut dibalik tawanya di
depan layar.
Tetapi
apa daya? Rindu itu tetap memiliki eksistensi.
No comments:
Post a Comment