Mara melihat masa depannya ketika dia melihat lelaki itu sedang memesan sesuatu kepada pelayan. Sungguh aneh melihat bagaimana proses jatuh cinta bekerja. Tidak ada angin dan tidak ada hujan, Mara bisa berkata bahwa dia mencintai lelaki itu. Lelaki yang bahkan tidak dia ketahui asal - usulnya, tidak diketahui apapun tentangnya kecuali kemeja putih dan celana jeasn yang dipakainya.
Mara bertindak gila dan melupakan logikanya ketika dia berjalan pelan menghampiri lelaki itu. Dentuman suara kakinya bahkan tidak terdengar karena ada suara cepat dari jantungnya yang lebih keras. Rasanya jantungnya akan melompat ketika Mara mendengar mulutnya berkata "Hai!" kepada lelaki itu.
Sedetik itu, Mara melihat lelaki itu mengangkat wajahnya dan mata cokelat lelaki itu memandang dirinya.
***
No comments:
Post a Comment