Gama mendengar suara tinggi perempuan di depan wajahnya ketika dia sedang menunduk ke bawah memainkan ponselnya. Gama menengok ke atas dan melihat perempuan yang mirip hujan. Kenapa hujan? Karena mata gadis itu berwarna abu - abu kebiruan seperti hujan entah mengapa. Setelah mempelajari mata gadis itu, Gama baru berpikir apa yang dilakukan gadis ini, tapi sebelum bertanya Gama tidak ingin bersikap tidak sopan kepada seorang perempuan jadi kemudian di berkata hai juga dan tersenyum. Dia berani bersumpah pipi gadis itu bersemu merah dan yang membuatnya bertambah bingung adalah hal yang terjadi selanjutnya
Gadis itu berbalik dan berjalan cepat ke arah pintu keluar. Entah apa yang merasuki Gama hari itu, detik itu. Dia malah berdiri dari kursinya, memandangi punggung gadis itu dan kemudian mengejarnya lalu menepuk pundaknya.
"Siapa namamu?"
Gadis itu berhenti berjalan dan kemudian membalikkan badannya perlahan menatap Gama.
"Mara. Namaku Mara."
***
No comments:
Post a Comment