sementara kita saling beradu
mata dengan telinga
kepala dengan hati
mengapakah durjana begitu penat
dingin dan kelu
karena dinginnya pagi
ataukah beradu kita berakhir
teuntuk menjadi cinta yang tunggal
tiada berlegi hanya untuk dinda
dalam keheningan kamu tergugu
aku harus apa
dan peraduan itu pergi
No comments:
Post a Comment