ketika sedang menulis ini, tangan kiriku menopang kepalaku di atas meja. sambil perlahan memijit pelipisku. lalu menggaruk - garuk kepalaku walaupun tidak terasa gatal. menulis ini membutuhkan waktu. seminggu ini rasanya ruwet sekali. tugas kuliahku banyak sekali sampai kepala ini bisa meledak kapanpun.
Dia sudah tidur. Malam ini dia tidur cepat sekali. Kurang dari pukul 22 malam. Mungkin dia hanya lelah. Biarkan saja dia berada di peraduan mimpi. Aku harap sekarang aku ada di mimpinya. Tapi aku belom ingin tidur. Rasanya kantuk belum ingin datang. Apakah karena pikiranku enggan beristirahat dari satu halaman kosong di laptopku? Halaman kosong yang belum ku isi karena aku terlalu lelah untuk mengisinya. Jadi aku diamkan saja. Ternyata tidak bisa. Aku malah semakin terganggu. Lembar kosong itu seolah menatapku dan menggodaku. Ah... lelah sekali. Bisakah aku rehat sebentar saja?
Otakku berputar putar mencari jawaban. Entah jawaban untuk kegalauan ini atau jawaban dari lembar kosong di laptopku? Hah sudahlah tak penting yang mana, tidak ada yang didapat juga di otak ini. Sepertinya aku terlalu lelah. Baru saja lagu it was junenya aimee saras berhenti bersenandung dilanjutkan dengan kitanya seorang penyanyi indie yang aku tak tahu namanya tapi enak sekali didengar. Membuat aku semakin..... mengantuk. Ya benar. Mengantuk. Itu kata yang tepat. Sialnya saat melihat ke kanan, si laptop menggodaku. Aduh bagaimana ini? Aku lelah. Nah. Itu dia. Benar. Aku lelah. Berarti aku boleh tertidur, benar?
Kumatikan lampu yang berdiri di samping meja belajar. Lalu ku ambil kabel untuk dimasukkan kedalam handphoneku. Aku berlutut. Melantukan senandung doa kepada Sang Pencipta. Terima kasih. Ku ambil selimut sampai menutupi dada.
"selamat malam, kamu. Dan semoga kita bertemu di mimpi."
No comments:
Post a Comment