Sunday, February 14, 2016

hujan di langit. bukan di hati.

saya, sedari dulu tahu bahwa cinta itu tidak ada. serius.

beberapa kali menjalin relasi yang lebih dari hubungan pertemanan membuat saya sadar bahwa saya dan pasangan saya pasti akan berpisah. tidak mungkin ada kata 'langgeng'. bukan, bukan karena saya jahat.

tetapi....

karena saya tahu mencintai adalah suatu ujung perpisahan. saya pribadi tidak percaya dengan 'selamanya'.

terdengar klise memang kata - kata yang saya tuliskan habis ini.

"untuk pertama kalinya, ketidakpercayaan saya dipatahkan oleh datangnya seseorang lelaki yang biasa saja. dia tidak terlalu tampan. hidupnya sederhana. tidak ada sesuatu yang sangat istimewa darinya. tapi saya memutuskan menjadikkannya sesuatu yang istimewa bagi saya. untuk pertama kalinya, saya percaya bahwa selamanya itu tidak mustahil. saya ingin punya masa depan dengannya."

jatuh hati pada lelaki itu adalah kata yang paling tepat. tapi saat ini cukuplah kalian mengetahui bahwa ada seorang lelaki yang istimewa di hati. cerita yang mau saya tuliskan saat ini adalah satu hari di antara hari - hari lainnya.

sembilan bulan yang lalu, saya merasa valentine adalah hari yang biasa saja. toh mengungkapkan kasih sayang bisa setiap hari. ternyata hari kasih sayang tahun ini sangat sangat penuh kasih.
hari ini saya percaya bahwa dia adalah yang benar. yang saya butuhkan. dan yang saya inginkan.

dia... sempurna. setidaknya untuk saya.

kami hanya makan dan menonton film. biasa saja bukan? tapi tidak ada hari yang biasa saja ketika bersama dengannya.

sekitar pukul 1 siang kami mampir ke sebuah cafe bertemakan cokelat. hujan turun perlahan. dibawah temaram lampu kuning, dia memeluk saya dan membisikan tiga rangkai kata ajaib


"aku mencintaimu."

"aku juga demikian."


hari itu ditutup dengan perpisahan kami di pintu mobilnya. saya menunjuk langit di depan mata kami.
"langitnya jingga!"

"indah ya?"

sama seperti hari ini. seru saya dalam hati. sesaat saya melambaikan tangan padanya dan berlari - lari kecil menuju rumah dengan masih turunnya hujan di langit. bukan di hati kami.



No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...