Monday, February 29, 2016

teh tawar bisa menjadi manis jika bersamamu

aku bersamanya kemarin. seperempat hari lewat sedikit jam tepatnya. hujan masih berderas di luar sana, dan aku tidak merasakan kedinginan. bersamanya membuat semua terasa lebih hangat.
aku melangkahkan kakiku keluar. duduk di sebuah kursi kayu, membawa teh tawar hangat, memandang hujan turun perlahan. dia menyusulku keluar.
"ada apa?"tanyanya lembut.
"hanya menikmati hujan dan secangkir teh hangat."
"baiklah, aku akan menemanimu."
lima menit pertama, kami hanya terdiam. sibuk dengan pikiran masing - masing.
aku menyesap tehku perlahan dan menggenggam tangannya. hangat.
kami mengobrol tentang masa depan, sesuatu yang indah - indah. tentang mimpi dan segala hal yang menyenangkan, membuat rasa di dadaku menghangat walaupun hujan semakin dingin.
"ayo kembali kedalam.", ajakku sambil menarik lengannya.
dia tertawa menuntunku masuk. aku berhenti dan berkata padanya.
"kamu tahu? hari ini teh yang tawar sekalipun terasa manis karena aku bersamamu, dek."
dia tertawa.

No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...