Monday, March 28, 2016

"aku hampir saja kehilangan kebahagiaanku"

menatap dengan kedalaman hitamnya matamu, aku serasa tercekik, seluruh tubuhku merapuh seiring dengannya genggaman tanganmu yang perlahan - lahan meregang. laki - laki itu bergerak seumpama dia akan keluar dari hidupku.
"jangan pergi." mohonku perlahahan.
suaraku bertambah keras dan terdengar aneh
"jangan. pergi. aku mohon."
dia hanya menatapku. cinta yang selama ini kulihat di matanya sekarang hanyalah kekosongan.
hatiku menjerit.

***
perempuan yang aku cintai ini. yang tadinya tidak akan kucintai dan aku tidak tahu apakah tetap mencintainya atau tidak, menatapku. wajahnya begitu sedih.
akhirnya aku sampai di titik dimana aku ingin berhenti mencintainya. rasanya aku lelah sekali mendengar omongannya. aku ingin dia merasakan apa yang selama ini kurasakan ketika dia selalu mengatakan dia ingin berhenti mencintaiku, ingin pergi keluar dari hidupku.
tiba - tiba dia menangis.

***
aku menangis melihat betapa keras raut wajahnya. Untuk kali ini aku yakin mohonku sudah tidak cukup lagi. Aku menunduk dan membiarkan tangisku menyeruak.

***
Aku berhenti bergerak. sudah salah langkah rupanya diriku ini. melihat dia. wanita yang kucintai menangis. menangis karena diriku pula! aku tersadar. segera aku memeluknya. memohon ampun untuk kataku yang gegabah. Ku bisikkan kata kata itu di telinganya.

***
sambil menunduk aku tak tahu dia malah memelukku. Aku dengar dia berkata.

***
maafkan aku. aku hampir saja kehilangan kebahagiaanku.

No comments:

Post a Comment

yang berubah dan tetap

banyak yang berubah setahun terakhir. kini rambutku kembali pendek di atas bahu dengan bekas luka operasi sepanjang enam senti di depan tula...